KISAH NYATA - TUMBAL PESUGIHAN


KISAH NYATA - TUMBAL PESUGIHAN




ISTANADOMINO.NET  .Kisah ini terjadi pada diriku sendiri,dan kisah ini masih tersimpan dengan rapat,aku akan menceitakan kisah ku ini disini,ini lah kisahnya..

aku anak sulung dari lima bersaudara hidup keluraga kami sangat terbilang pas-pasan namun aku sebagai anak sulung ingin cepat-cepat membantu meringankan beban orangtuaku dan membantu biaya adik-adik ku sekolah mesti sempat terpikir dibenak ku duduk dibangku kuliah namun semua aku tepis aku sadar masih ada tiga adek ku yang masih membutuhkan biaya hingga SMU.kami hidup dari hasil panen padi saja,orang tuaku seorang petani jadi sebagai anak sebagai anak sulung aku akan memberi contoh yang baik kepada adik-adik ku..

Setelah tamat SMU aku berkerja disurabaya hingga bertemu dengan sahabatku dan dari sinilah kisah saya mulai.aku berkerja disebuah finance pembiayaan kredit motor sebagai penagiha, gajiku cukup terbilang lumayan buat seorang bujangan seperti aku,setiap ada waktu aku sempat diri buat menjenguk kedua orangku juga adik-adik ku dan memberikan uang jajan memamg gak bayak tapi cukup membuat mereka senang..

Awal bencana ini bermula dari adekku ya namanya punya teman,temannya punya HP dia pasti kepingin juga punya hp apalgi dia sudah SMP aku hanya janji saja ''nanti ya kakak gajian kakak belikan''kataku padanya
namun adek ku gak sabaran asik merengek pada ibu dan akhirnya ibu tidak tahan meminjam uang pada rentenir,dikampung saya adaseorang rentenir dan dia seorang pendatang dikampungku dia berasal dari pulau S,bamyak yang mengatakan dia sangatlah kejam luar biasa dan anehnya gak ada satu warga pun yang berni menentang dia smua takut dan tunduk sama dia walau dai menyita barang sebagai jaminan ketika tidak bisa membayatr tepat waktu belum lagi bunganya yang sangat besar,namun yang namanya kebutuhan membuat warga buta dengan semua itu

Awalnya aku tidak tau ibu salah satu dari warga yang ikut meminjam rentenir  tersebut,setiap aku pulang aku sering melihat ibu seperti memendam namun aku diam saja,namun aku terkejut melihat adek ku sudah punya hp ''aduh hp baru capa yng belikan''tanyaku
'' ibu kak''jawab adek ku
Aku kekamar ibu lalu aku tanyakan kepada ibu dan ibu mengiyakan katany dari hasil tabuangn yang sedikit demi sedikit dikumpulkan buat beli hp kedua adek ku dan aku mempercayainya

seminggu sudah aku pulang dari kampung halamanku rasanya letih tubuh ini setelah seharian bekerja,namun saat mau rebahan tubuhku dengan mata sedikt terkantuk tiba-tiba hpku berdering aku lihat adek ku yang telepon

'' ya dek ada apa''tanyaku
tapi hanya isak tangis yang aku dengar denagn tersendak sendak akhirnya adikku bicara juga

''ibu kak,ibu''jawabnya sambil terisak

''ýa,ada apa denagn ibu'''jawabku seoalh tidak terjadi apa apa

''cepat pulang sekarang kak,''isak adikku

tanpa pikir panjang aku langsung beranajk dari tempat tidur dan langsung pulang yang ada dipikiranku harus cepat sampe rumah,dalam waktu dua jam akhirnay aku sampai juga dirumah begtu sampe dalam rumah aku melihat ayah dan adekku sudah menangis nangis,akupun langsung menubruk tubuh ibuku

''ibu,ibu knapa ibu''tanyaku

''ibu,tidak ap apa nak''jawabnya

Aku marah pada ayah dan adek ku kenapa ibu tidak dibawa langsung kerumah sakit tapi kata ayahku ibuku yang tidak mau,Aku lihat pucat pasi wajahnya sambil mulutnya meringis menahan sakit didalam tubuhnya,aku semkin menangis dan memberikan kata kata,ibu ucap bu istiqfar

allah allah allah aku trus membisikan kata kata itu ditelingah ibuku,namun allah berkendak alain ibuku meninggal tepat pukul 3dini hari bisa dibayangkan gimana meledaknya seisi rumahku denagn tangisan,aku termenung belum bisa membahagiankan ibuku dan dihtiku bertnya ibu sakit ap?keesok paginya acara pemakaman ibuku dilaksanakan belum iklas aku mengantar kepergianaya,aku mencari tauada apa denagn ibuku karan aku merasakan kejangan atas kematian ibuku,mata melotot seolah tercekik dan raut wajah seolah katakutan yang teramat sangat.

Malam hari setelah acara tahlillan aku menemui ayah,aku mersa pasti tau apa yang terjadi rahasia apa yang disembunyikan ayah dari aku,akhirnya ayah menceritakan ,bahwa ayah dan ibumempunyai utang dengan rentenir sebesar 5 juta dan dalam tempo 5bulan namun ayah dan ibu tidak bisa mengembalikan akhirnya utang mereka menjadi 12 juta denagn bunga-bunganya akupun sangt terkejut dan aku sangat menyesali kenapa tidak menceritakan kepadaku smua ini,

keesok harinya aku belum masuk kerja sengaja aku mengajukan cuti dan pergi kewarung yang ada dekat rumahku sekedar mencari info tentang gimana sepak terjang rentenir itu,aku yakin kematian ibuku ada sangkut pautnya dengan kematian ibuku.

''hai sapaku pada kawan sekampungku ,mereka teman waktu kecil dulu
''hai,aldi''sapa mereka

aku ikut membaur kepada mereka dan mereka mengucapkan bela sungkawa kepdaku setalh ckup lama ngoborl gak tersa hari sudah saing dan akupun minta izin kepda merka...tiba tiba ditengah jalan ada teman tadi memanggilku..Aku berhenti,aku bertanya ada apa

Aku mau sedikit cerita tentang yang tadi kamu tanyakan diwarung tantang rentenir itu,aku ajak teman aku berhnti dan duduk dibawah pohon yang ada didepan kami,temanku cerita dai adalah rentenir yang kejam sudah ada tiga nyawa yang melayang karana ulahny,aku tidak langsung percaya ,kok bia?dalam hatiku bertnya,ya semua melayang past karena berhutang kepadanya,dia punya ilmu hitam pesugihan kuda,jika mata kamu bisa menembus alam gaib maka kamu bisa melihat depan rumahnya dijaga seekor kuda berkepala manusia dan coba kamu lihat dibawah ranjang ibumupati ada bulu kuda,ahh,masak,jawabku ..coba kamu cari disekeliling kamar ibumu,karena dua orang kemarin meninggal menemukan bulu kuda dibawah ranjangnya dan mimpi dikejar kejar kuda

Aku langsung pamit pulang dan mencoba mempercayai kata temanku dan langsung kekamar ibuku tak kupedulikan ayahku yang lagi sholat dan aku mencari dibawah tempat tidur namun aku tidak menemukan apapun tiba tiba pikiranku dibawah kasur betapa terkejutnya aku menemukan bayak bulu halus disana,ayahku pun bertnya dan mendekatiku.
''ada apa?tanya ayahku
lalu aku ceritakan apa yang dibilang sama temanku dan sepertinya ayah sudah tau semua itu dan ayah juga cerita sebelum ibu meninggal beliau bermimpi dikejar kejar kuda,namun ayah tidak mau menceritakan kepdaku takut melahirkan dendam dihatiku,namun ternyta semau betul adanya aku dendam aku harus membalas dendam

pagi pagi benar aku kekota B dijawa timur dimn yang notabene banyak orang bilang kota tersebut rajanya santet,nyawa orang disana hanya seharga satu pak rokok dan bisa juga paginya sehat sorenya gila hanya imbalan satu batang rokok tergantung permintaan kita dan segala risikonya kita yang menangung

Dengan bekal alamat yang kudapat dari seorang sahabat akhirnya podokan didlam hutan pinggitran desa ku temukan juga dia seorang dukun sakti yang bernama Ki P dan aku menceritakan smua masalah dalam keluargaku tujuan hanya ingin tau apa benar ibuku jadi tumbal atau santet sirentenir itu,aki mengerti dengan kecamuk dihtiku dan aku ditinggalkan sendria diruangan yang pengap kemenyan,aki masuk ketempat spiritualnya,satu ajm kemudian aki tersebut membawa sebuah gunting dan mengatakan

''ibumu meninggal belum ada 40hari,ya ibu mu menjadi tumbal dan nyawanya ada diantara dua alam,ibumu tidak tenang dan akan menjadi budak dikerajaan kuda,namun jika kamu berani membongkar kuburan ibumu dan tanamkan gunting ini disampng pocongnya dengan mulut kamu yang menaruhnya setelah itu baca mantra yang aku kasih ini dan ibumu akan bangkit dai akan menunjukkan siapa yang telah menyakitinya jika memang terbukti bahwa rentenir itu yang membunuhnya maka gunting itu akan menancap dijantungnya,jika kamu sanggup aku akan memberikan matranya dan hari hari dimana itu sebuah pengapesan/hari sial bagi sang pemuja kekayaan,dan hari itu juga kamu harus bongkar kuburan ibumu ,akupun mengiyakan demi kesempurnaan ibuku itu yang ada dipikiranku..

Aku langsung pulang kerumah dan aku panggil teman masa kecil ku 4 orang,aku butuh bantuan  mereka buat rencana yang aku dapat dari aki,rupanya temanku tidak keberatan karena rentenir itu sudah sangat meresahkan penduduk setempat,malmny aku diberi penjut lewat mimpi oleh aki bahwa bsok hari naasnya rentenir itu,,,keesoknya aku menghubungi ke4 temanku untuk mempersiapkkan rencana pembongkran kuburan ibuku.tepat pukul 12malam aku langsung kekuburan ibuku dan tak lama aku lihat pocongya jadi sebuah gedebog pisang dimataku tapi dimata temanku tetap pocong ibuku,aku melakukan semua sesuai yang diperintahkan aki kepadaku dan aku kuburkan gunting disamping pocongnya,setelah itu kembali tanah aku urukkan tanah seperti sedia kala biar besaok tidak heboh ada kuburan orang terbongkar .

Aku kembali kerumah pukul 3 dini hari dan aku pergi tidur,esok harinya berkumandang dari suara balai desa bahwa rentenir itu meninggal dunia karena serangan jantung,aku langsng loncat dari tempat tidur aku ingin menyaksikan jenazahnya,masya allah aku lihat dadanya tertusuk gunting yang kutaruh dikuburan ibuku dan wajah wanita itu seolah melotot dan jarinya menunjuk kearahku itu yang aku lihat aku terkejut dan langsung menjerit trus aku lari keluar.namu dimata semua orang rentenir itu meniggal biasa saja tanpa ada darah dengan mata terpejam layaknya orng mati bisa tetapi dimatiku dia meninggal dengan amarah yang memuncak seolah akan ada balas dendam

Demikian lah kisah ini masih saya simpan rapat dari keluargaku dan ahnya sahabatku yang tadi tau dimana mereka membantu membongkar kuburan ibuku,kini tiap malam aku selalu dihantui ketegangan hinggah kisah ini aku ceritakan ringkikan suara kuda terus saja terngiang ditelingah setiap malam yang hampir membuat aku gila,kini aku tinggal disebuah pesantren yang dipimpin seorang kyai dia akan merukyah aku dan menghindarkan aku dari dendam wanita itu yang memng ingin balas dendam kepdaku krena didalam tubuh wanita itu bersemayam iblis yang jahat.

Satu pesan ku bahwa dendam tidaklah membawa ketenangan dalam hidup






Share on Google Plus

About viona princes

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment