Menguak Kisah Apakah Ajisaka Pembunuh Anaknya?
ISTANADOMINO.NET__Ajisaka sebagai tokoh jawa memang masih menjadi suatu mitos sampai saat ini. ada yang menyatakan bahwa ia adalah rakyat jelata yang mendapatkan kesempatan menjadi orang besar, Adapula yang menyakini bahwa keberadaannya hanyalah kisah fiksi Terlepas dari perdebataannya kisah ajisaka terlanjur mendarah daging dan menjadi khasanah bangsa Indonesia tokoh ini sangat melegenda karena balutan kisah yang membelakanginya apalagi dai termasuk orang yang bersumbangsih besar untuk perkembangan suku jawa ini adalah keunikan legenda Ajisaka dan aksaranya.
Aksara
Ekspresi lama selalu menyebutkan bahwa cina adalah perabadan tinggi dan mempunyai sejarah, sejarah itu tercatat secara baik karena mereka sudah mengenal budaya tulis sejak lama hal tersebut menyebabkan mereka tidak buta sejarah akan identitasnya tidak berbeda jauh dinyatakan bahwa ia adalah penemu aksara jawa secara tidak langsung, legenda Ajisaka beserta aksaranya mengkodifikasi apapun dijawa dalam bentuk tulisan penulisan literatur juga berarti memberikan peradaban bagi suku Jawa aksara tersbut juga unik karena tidak disebut dengan abjad,
Lawan Dewata Cengkar
Ajisaka adalah manusi yang sakti mandarguna di apun tertantang untuk melawan raja raksasa lalim dijawa prabu Dewata Cengkar uniknya ia tidak melawannya dengan senjata tajam namun dengan selembar udeng (ikat kepala). Merasa terlalu mudah sang raksasa pun mengamininya untuk terus menghindari jengkalan udeng tersebut AGEN DOMINO sayangnya udeng itu terus melebar hingga ketepian laut selatan (samudra hindia). Dewata Cengkar pun tersish dan menjelma bajul putih dengan terpinggirnya sang raksasa raja baru pun munculkarena mampu mengalahkan raja terdahulu.
Pembunuh Anaknya
Legenda Ajisaka dan aksaranya tidak berhenti soal kesaktiannya saja namun juga hingga ular yang mengaku sebagai anaknya Ajisaka pun tidak menampiknya hanya saja ia memberi satu syarat si ular harus mampu mengalahkan bajul putih jelmaan Dewata Cengkar dilaut selatan kemudian kembali menghadap kepadanya tanpa melalui atas tanah benar saj aular tersebut kelaut selatan dan berhasil membunuhnya ia pun membawa kepala sang bajul dengan cara menggali tanah tanpa muncul dipermukaan lantaran merasa sudah sampai di kerajaan sang ular pun muncul dari dalam tanah sayang perjalanannya belum sampai tujuan seperti kesepakatan ayahnya kemudian membunuh sang ular kematian ular itupun sesuai dengan kutukan si Bajul Putih yang menyumpahinya akan dibunuh oleh ayahnya sendri.
Aksara dan Cerita Kesetiaan
Legenda Ajisaka sudah memicu beragam penelitian humaniora dll. Beragam cerita alternati dibalik karyanya pun sudah mulai bejibun namun AGEN POKER sampai saat ini belum ada yang mengalahkan ketenaran cerita tentang dua kesaktria lawan tanding sesuai dengan urutan sebagai berikut:
HA NA CA RA KA (ada utusan)
DA TA SA WA LA (saling berselisih pendapat)
PA DHA JA YA NYA (sama-sama sakti)
MA GA BA THA NGA (sama-sama jadi mayat).
Perselisihan tersebut tidak lepas dari titah sang Ajisaka diceritakan bahwa kerisnya tertinggal disuatu kerajaan kemudian sang utusan diminta untuk tak memberikanny akepada siapapun kecuali ajisaka di suatu sis Ajisaka juga mengutus utusannya untuk mengambil kerisnya dan hanya dia seorang yang harus membawanya saling merasa benar dengan ucaoan raja masing-masing keduanya pun bertarung hingga keduanya meninggal karena keseimbangan keemampuan dengan lahirnya aksara tersebut legenda ajisaka dan aksarnya pun dituliskan dalam Serat Cakrawti dan serat paliprawa sebagai pegangan orang jawa.

0 comments:
Post a Comment