Warga Kampung Ini Geger, Anak Perempuan Diduga Tega Memutilasi Ibu Sendiri
ISTANADOMINO.NET__Ratusan warga berkumpul di Gang Landak Jalan Tanjungpura Pontianak, berkumpulnya warga lantaran adanya pembunuhan yabg terjadi di rumah nomor 29.
Saat ini pihak polisi masih melakukan koordinasi bersama-sama mereka untuk membawa mayat dari dalam rumah tersebut, Kamis (5/7/2018).
Kasus ini mengundang perhatian masyarakat untuk menyaksikan, berdasarkan menurut Ida (47) kalau yang membunuh tersebut adalah anaknya sendiri dan berprofesi sebagai penjual sayur dan saat ini telah diamankan pihak polisi.
Informasi yang beredar, ini bukan kasus pembunuhan biasa. Namun, mutilasi.
Seorang perempuan paruh baya tampak tergeletak bersimbah darah di sebuah dapur rumah.
Kedua kaki korban juga tampak dimutilasi. Bekas sayatan di tangan.Hal ini terlihat dari sebuah foto yang beredar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perempuan tersebut merupakan korban mutilasi yang dilakukan oleh anak perempuannya sendiri.
Belum jelas apa penyebab kejadian tersebut.
Ada pula sebuah video beredar, tampak seorang perempuan menggunakan baju putih diamankan petugas kepolisian.
Perempuan ini kemudian dibawa menggunakan mobil patroli.
Diduga perempuan tersebut merupakan pelaku mutilasi terhadap ibunya sendiri.
Warga sekitar maupun pengendara terlihat ramai di lokasi kejadian.
Diberitakan sebelumnya, Ratusan warga berkumpul di Gang Landak Jalan Tanjungpura Pontianak, berkumpulnya warga lantaran adanya soerang perempuan tergeletak bersimbah darah di rumah nomor 29.
Saat ini pihak polisi masih melakukan koordinasi bersama-sama mereka untuk korban dari dalam rumah tersebut, Kamis (5/7/2018).
Berdasarkan keterangan warga, korban merupakan pemilik rumah dimutilasi oleh anaknya sendiri.
Kasus ini mengundang perhatian masyarakat untuk menyaksikan, berdasarkan menurut Ida (47) kalau yang membunuh tersebut adalah anaknya sendiri dan berprofesi sebagai penjual sayur dan saat ini telah diamankan pihak polisi.
Kasus Mutilasi Lain yang Bikin Geger
Masyarakat Kalbar sebelumnya telah lebih dulu digemparkan dengan kasus mutilasi yang dilakkan Anggota Kepolisian Resor Melawi, Kalimantan Barat, Brigadir Petrus Bakus.
Petrus membunuh dua anak kandungnya dan memutilasinya, di rumah dinas, Jumat (26/2/2016) sekitar pukul 00.40 WIB.
Petrus menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri di Asrama Polisi di Desa Pal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.
Dari informasi yang dihimpun, usai menghabisi nyawa korban, Petrus disinyalir memutilasi tubuh kedua anaknya itu.
Hingga berita ini disusun, sejumlah kerabat korban dan anggota Polres Melawi, masih memadati halaman Rumah Sakit Umum Daerah Melawi.
Di rumah sakit inilah dua jenazah korban disemayamkan sementara.
Kedua korban itu anak laki-laki berinisial Fa berusia 4 tahun dan anak perempuan berinisial Am yang usianya 3 tahun.
Diduga stres berat
Petrus yang merupakan anggota Sat Intelkam Polres Melawi diduga mengalami stres berat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari rekan kerjanya, Petrus sudah lama mengalami masalah dengan istrinya.
"Istrinya selalu minta cerai terus dengan dia. Mungkin ini yang membuat tekanan terhadapnya," kata seorang anggota Intelkam Polres Melawi yang enggan disebutkan namanya.
Dia mengungkapkan Petrus sudah beberapa lama tidak masuk kerja akibat masalah rumah tangga tersebut. Padahal, sebelumnya dia dikenal memiliki kinerja cukup bagus.
Foto sadis korban beredar
Seiring dengan bergulirnya kasus itu, foto dua anaknya yang menjadi korban mutilasi beredar melalui ponsel.
Dalam foto tersebut dua anak Petrus tewas bersimbah darah di atas tempat tidur. Bagian tubuhnya terpotong-potong, mulai dari tangan dan kaki.
"Seram lihatnya. Kok tega benar ya bunuh darah dagingnya sendiri," kata seorang ibu rumah tangga, di Desa

0 comments:
Post a Comment